Dear Calon Imamku
Wahai engkau seseorang yang namanya telah tertulis di samping namaku. Disini aku selalu mendoakan mu, disini aku begitu mencintaimu walau saat ini kamu begitu misteri bagiku. Namun menantimu membuat ku semakin jatuh cinta dalam rasa penasaran yang amat mendalam.
Siapapun dan dimanapun kamu aku selalu sabar menanti hari itu tiba. Hari dimana kamu datang ke rumahku dan menemui ayahku untuk menyampaikan niat baikmu. Dalam penantian ini aku sedang mempersiapkan diri untuk hidup bersama denganmu nanti. Aku ingin menjadi sempurna untukmu tapi aku sadar aku hanya wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan aku harap kamu dapat menerima itu.
Suatu saat ketika kamu pertama kali melihat ku dengan pakaian yang tertutup berupa gamis dan kerudung yang lebar, percayalah ini bukti bahwa aku sangat menyayangi ayahku dan bentuk ketaatan ku pada Rabbku. Mungkin hari itu juga kamu akan mendapatiku dengan wajah yang polos tidak ber-make up. Bahkan saat acara khitbah sampai menikah pun aku akan tetap sama. Aku memang tak pandai ber-make up tapi bukan berarti aku tidak bisa seperti perempuan di luar sana, inilah prinsip ku agar tidak bertabaruj di depan khalayak ramai dan dapat dinikmati secara gratis oleh semua orang.
Aku ingin berhias hanya di hadapanmu, hanya untukmu seorang yang halal bagiku. Aku tidak ingin menjadi seperti apapun hanya untuk menyenangkan mata-mata mereka yang asing. Aku harap ini semua bukan hal yang aneh bagimu, karena aku yakin kamu adalah laki-laki yang bahkan lebih faham dariku tentang hal ini. Karena hal itu pula yang menghantarkan dirimu sampai ke pintu rumahku, aku yakin itu.
Bangko Sempurna, 16 Juni 2022


Komentar
Posting Komentar