Tentang Dakwah
| Kitab Nizham Al-Islam |
Mungkin sebagian besar akan berfikir bahwa dakwah adalah aktivitas yang dilakukan oleh seorang ustadz/ustadzah di depan umum untuk menyampaikan ceramahnya. Hal itu memang benar dan tidak ada yang salah.
Namun pemikiran seperti itu masih ada yang keliru sehingga membuat seseorang tidak mau dakwah karena tidak semua orang berprofesi sebagai ustadz/ustadzah.
Mereka berfikir bahwa hanya kalangan ulama atau ustadz saja yang boleh berdakwah menyampaikan Islam atau sama halnya dengan wanita yang berfikir bahwa yang harus menutup aurat hanya anak pesantren saja, padahal semua itu adalah kewajiban bagi setiap muslim.
Dakwah bukanlah sebuah profesi yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang berpendidikan agama. Tapi dakwah adalah suatu kewajiban setiap muslim tanpa memandang latar belakang seseorang. Siapapun kita dan apapun profesi kita dakwah tetaplah menjadi prioritas utama.
Dakwah adalah jantung kehidupan dan karena dakwah pula islam masih tetap ada sampai detik ini. Dan semua itu tak lepas dari peran para pengemban dakwah yang terus menyampaikan kebenaran walau ditentang sejuta hujatan yang tiada hentinya.
Namun jika kita melihat kebelakang ternyata perjuangan kita tak lebih berarti apa-apa dibandingkan dengan perjuangan Rasulullah Saw saat pertama kali mengenalkan Islam.
Maka sebenarnya tidak ada alasan untuk kita menolak amanah dakwah ini.
Ujian demi ujian yang hadir itu hanyalah sebagai penguat diri untuk menguji dan melihat bagaimana cara kita agar tetap bertahan dalam barisan perjuangan ini.
Mungkin bagi kita yang biasa-biasa saja akan merasa terbebani dengan amanah dakwah. Kita berfikir tidak mampu menyampaikan kebenaran.
Tapi teman-teman lihatlah betapa baiknya Allah melalui sabda Rasullullah Saw 'sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat'. Dari ayat ini kita sadar bahwa ternyata dakwah tidak harus menunggu kita sarjana atau menjadi ulama.
Apapun yang telah kita ketahui tentang Islam walau hanya satu ayat/sedikit maka yang sedikit itulah yang harus kita sampaikan. Sulit memang tapi percayalah dunia hanya menjadi tempat kita untuk lelah dan istirahat kita hanya ketika telapak kaki telah menapak di surga.
Yakinlah kamu yang saat ini memutuskan untuk berjuang dalam barisan dakwah adalah orang-orang terpilih yang langsung dipilih oleh Allah. Namun dalam waktu yang bersamaan tanpa kamu sadari kamu telah siap menerima sepaket dengan konsekuensinya.
Coba kamu lihat berapa banyak temanmu yang ikut dalam barisan perjuangan ini? Dan mengapa hanya kamu yang tersisa dari banyaknya umat manusia? Itu karen Allah memilihmu. Allah yakin kamu mampu dan kamu pantas sebagai penerus dakwah Rasulullah Saw. Kamu itu berbeda, kamu diberi kesempatan emas untuk mengemban amanah yang mulia ini.
Sudahi insecuremu, jangan terlalu larut dalam kebingungan yang menganggap dirimu tidak pantas. Semua diri kita telah dikenai kewajiban untuk dakwah. Sekarang pilihannya ada pada dirimu, menjadi taat pasti bahagia sementara maksiat sudah pasti sengsara.
Bangko Sempurna, Agustus 2021

Komentar
Posting Komentar